Makalah Hubungan Masyarakat
Sebagai memenuhi tugas mata kuliah
Disusun oleh
Abdul Aziz Al Kaharudin
Sospol / sosiologi
Universitas islam balitar
Hubungan Masyarakat
Sebagai memenuhi tugas mata kuliah
Hubungan masyarakat
Disusun oleh
Abdul Aziz Al Kaharudin
Sospol / sosiologi
Universitas islam balitar
Hubungan Masyarakat
Hubungan masyarakat adalah fungsi manajenem dari sikap budi yang berencana dan berkesinambungan yang denagn itu organisasi-organisasi dan lembaga-lembaga yang bersifat umum dan pribadi berupa membina pengertian, simpati, dan dukungan dari mereka yang ada kaitannya atau yang mungkin ada hubungannya dengan jalan menilai pendapat umum diantara mereka, untuk mengorelasikan, sedapat mungkin, kebijak sanaan dan tata cara mereka yang dengan informasi yang berencana dan tersebar luas, mencapai kerjasama yang lebih produktif dan pemenuhan kepentingan bersama yang lebih efesien.
Sedangkan menurut widjaja hubungan masyarakat dapat diartikan suatu kegiatan uantuk menanamkan pengertian guna memperoleh good will, kerjasama dan kepercayaan yang pada gilirannya mendapat dukungan dari pihak lain.
Secara sederhana menurut widjaja tujuan hubungan masyarakat adalah untuk mencapai, membina dan memelihara sikap budi yang menyenangkan bagi lembaga atau organisasi disatu pihak dan dengan public dilain pihak denagn komunikasi yang harmonis dan timbal balik
Hubungan masyarakat merupakan alat untuk memperlancar jalannya interaksi serta penyebaran informasi melalui pers, radio, televise, dan media lainnya.
Hubungan masyarakat sebagai unsure pimpinan, melaksanakan fungsi manajemen, fungsinya adalah untuk menumbuhkan hubungan yang baik dan serasi antara public internal dan public eksternal dalam rangka memberikan pengertian, menumbuhkan motivasi dan partisipasi.
Menurut Edward L. Bernay dalam bukunya public relation menjelaskan bahwa :
Hubungan masyarakat mempunyai 3 fungsi utama, yaitu sebagai berikut:
memberikan penerangan kepada masyarakat
melakukan persuasi untuk mengubah sikapdan perbuatan masyarakat secara langsung
berupaya untuk mengintegrasikan sikap dan perbuatan suatu badan /lembaga sesuai sengan sikap dan perbuatan masyarakat atau sebaliknya
peran hubungan masyarakat bersifat dua arah, yaitu berorientasi ke dalam (inward looking), dan beorientasi ke luar (outward looking). Berorientasi ke dalam adalah dalam rangka membina hubungan ke dalam (public internal), yaitu berusaha menyelenggarakan komunikasi ke dalam tubuh organisasi, agar mampu mengidentifikasi atau menggalihal-hal yang menimbulkan gambaran negative di dalam masyarakat.berorientasi ke luar (public eksternal), mengusahakan tumbuhnya sikap dan gambaran positif dari public terhadp instansi yang diwakilinya.
Menurut effendi dalam bukunya hubungan masyarakat, suatu studi komunikologis:
………….perlu ada kegiatan hubungan masyarakat dilakukan secra sistematis, karena tugas yang harus dijalani oleh hubungan masyarakat amat banyak, sehingga sering terjadi tumpang tindih. Sistematika kegiatan hubungan masyarakat berlangsung menurut tahap-tahap: penelitian, perencanaan, penggiatan, dan penilaian.
Penelitian
Yang dimagsud denagn penelitian disini adalah data collecting (pengumpulan data) dan fact finding (pengkajian data), yang diteliti adalah aspek-aspek yang menyangkut hubungan organisasi dengan public.
Penelitian dalam hubungan masyarakat dapat berjenis penelitian opini (opinion research) atau penelitian motivasi (motivation research)
Penelitian opini adalah kegiatan uantuk menyelidiki pendapat yang berbeda mengenai suatu hal atau masalah.sedangkan penelitian motivasi yang merupakan cabang dari penelitian pemasaran (marketing research) merupakan kegiatan mencari, menghimpun, dan mengelola data factual mengenai kebutuhan dan keinginan public
Perencanaan
Pada tahap perencanaan, kepala bagian hubungan masyarakat perlu terlebih dahulu menginventarisasi masalah untuk selanjutnya mengkorelasikan aspek yang satu dengan aspek lainya, sehingga dalam tahap pelaksanaanya kelak, masalah-masalah yang menghambat tujuan dapat teratasi
Perencanaan menghenaki penglihatan yang jauh ke muka, ke dalam, dan sekelilingnya. Pada tahap tersebut kepala bagian hubungan masyarakat perlu melakukan komunikasi intrapersonal, berdialog dengan diri sendiri.
Rencana disusun berdasarkan fakta, bukan berdasarkan keinginan kepala bagian hubungan masyarakat. Fakta adalah kenyataan, baik berupa hal yang dilihat sendiri maupun keterangan yang didapat dari sumber lain.
Penggiatan
Tahap penggiatan adalah pelaksanaan secara aktif rencana yang telah disusun berdasarkan data factual yang telah dikerjakan pada tahap-tahap sebelumnya.
Scot M. Cultio dan Allen H. Center dalam bukunya effective public relation menyebutkan :
Penggiatan atau pelaksanaan itu tahap communicating atau komunikasi, sebab tahap tersebut menyangkut banyak orang baik yang termasuk public intern maupun public ekstern, yang harus dihubungi dengan berbagai tujuan. Karena itu, jenis-jenis komunikasi harus dilakukan, oleh sebab itu, teknik-teknik komunikasi harus dikuasai oleh para kepala bagian hubungan masyarakat.
Yang penting pada tahap penggiatan ini adalah mapannya mekanisme kerja sehingga koordinasi dan sinkronisasi benar-benar dapat direalisasikan secara integratif. Integrasi, koordinasi, dan sinkronisasi ini tidak hanya berlangsung diantara unsur-unsur pada bagian hubungan masyarakat, tetapi juga diantara bagian hubungan masyarakat dengan bagian-bagian lain dalam organisasi sehingga kegiatan hubungan masyarakat nyata-nyata merupakan faktor pendukung yang menentukan dalm upaya mencapai tujuan organisasi.
Penilaian
Penilaian berfungsi mengkaji pelaksanaan suatu rencana yang terdiri atas program-program yang dalam penyusunannya ditunjang oleh hasil penelitian yang dilakukan secara seksama. Pada tahap tahap penilaian, dilakukan telaah terhadap faktor-faktor penghambat apabila ternyata pelaksanaannya menjumpai kesulitan yang menyebabkan tujuan yang di tetapkan pada perencanaantidak tercapai.
Proses hubungan masyarakat tidak berlangsung secara linier, melainkan circular atau melingkar, dan penilaian dialirkan umpan balik (feed back) ke penelitian yaitu pencari fakta. Dengan demikian setiap gagasan dapat dilaksanakan secara efektif (timbulnya dampak positif yang diharapkan) dan efesien (kegiatan berhasil dilaksanakan sesuai dengan jumlah personil yang dilibatkan, biaya yang dianggarkan, dan waktu yang ditetapkan)
Sebagaimana diketahui bahwa masyarakat yang menjadi sasaran dari kegiatan hubungan masyarakat terdiri dari :
Public internal, yaitu kelompok masyarakat yang harus selalu dihubungi dalm melaksanakan kegiatan hubungan masyarakat. Sasaran ini berada dilingkungan sendiri yaitu seluruh pegawai mulai dari karyawan terendah hingga yang paling tinggi (top leader).
Public eksternal, sasaran ini berupa orang-orang yang berada di luar lingkungan atau jajaran misalnya pada anggota masyarakat, wartawan, dan sebagainya
Rahmadi dalam bukunya yang berjudul public public relation dalam teori dan praktek mengatakan bahwa dalm penyampaian informasi kepada masyarakat atau dalam melakukan proses komunikasi dapat digunakan media/alat sebagai berikut :
Media cetak ialah segala barang cetak dimana yang termasuk dalam media ini adalah : surat kabar, majalah, buku, brosur, pamlet, wallpaper, dll
Media visual adalah media yang dapat dilihat yaitu antara lain foto, lukisan, film, televisi, pameran.
Media auditip ialah media yang dapat didengar seperti radio, tape recorder, telepon, garamapone.
Media pertemuan ialah segala macam pertemuan dimana yang termasuk media ini pertemuan antara dua orang atau lebih, rapat formil, konfrensi, kongres, rapat umum.
Dengan tersedianya berbagai macam media komunikasi seperti tersebut diatas, maka hubungan masyarakat sebagai komunikator dapat memilih media mana yang cocok untuk dipergunakan dalam menyampaikan informasi.oleh karena itu media komunikasi dapat menentukan keberhasilan dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat luas.
Dalam melaksanakan tugasnya pejabat hubungan masyarakat secara taktis oprasional berada langsung dibawah pimpinan
Pejabat hubungan masyarakat secara taktis oprasional dapat berhubungan langsung dengan pimpinan dalam hal :
Meminta petunjuk-petunjuk mengenai kegiatan taktis kehumasan yang dianggap perlu.
Mengetahui latar belakang kebijakan dan tindakan-tindakan pimpinan yang dianggap perlu.
Menyampaikan laporan tentang umpan balik dari masyarakat terhadap kebijakan pimpinan yang dianggap perlu
Pejabat hubungan masyarakat diikut sertakan dalm rapat pembahasan dan perumusan berbagai kebijakan pimpinan
Bagian hubungan masyarakat berperan sebagai pusat penyebarluasan informasi
Menurut Edward L. Bernays dalam bukunya hubungan masyarakat modern sebagai berikut :
Hubungan masyarakat mempunyai 3 arti :
Penerangan kepada masyarakat
Persuasi untuk mengubah sikap dan tingkah laku masyarakat
Usaha untuk mengintegrasikan sikap dan perbuatan suatu badan dengan siakp perbuatan masyarakatdan sebaliknya
Sebagai mana lembaga masyarakat, hubungan masyarakat dalm perwujutannya merupakan pergaulan diantara anggota-anggota masyarakat. Sikatyang simpatik, ramah dan penggunaan kaliamat yang sopan, yang menunjukan perhatian terhadap berbagai kritik dan saran dari masyarakat dengan kebijakan, dapat memberikan kepuasan pada usaha-usaha hubungan masyarakat tersebut
Bonar dalmbukunya hubungan masyarakat modernmengatakan bahwa :
Tujuan hubungan masyarakat adalah :
Public understanding atau saling kepercayaan
Public confidence atau kepercayaan umum
Public support atau dukungan umum
Public corporation atau kerjasama umum
Selain itu hubungan masyarakat juga berusaha memperoleh dukungan dari masyarakat secara sadar dan sukarela. Tanpa adanya dukungan,kepercayaan, kerjasama dan pengertian dari masyarakat maka apa yang dicita-citakan akan mengalami hambatan. Di samping itu perlu adanya kerjasama yang erat dan koordinatif fungsional terkait dalampelaksanaan tugas, hal ini sangat penting agar dalam pelaksanaan program/ tugas tidak terjadi tumpang tindih atau terbengkalai, sehingga dapat dilaksanakan secara efektif dan sesuai rencana.
Adapun menurut effendi dalm bukunya hubungan masyarakat suatu studi komunikologis,merumuskan fungsi hubungan masyarakat sebagai berikut :
Menunjang kegiatan manajemen dalm mencapai tujuan organisasi
Membina hubungan harmonis antara organisasi dengan public, baik public ekstern maupun intern
Menciptakan komunikasi dua arah timbal balik dengan menyalurkan opini public kepada organisasi
Melayani public dan menasehati pimpinan organisasi demi kepentingan umum
Sedangkan menurut widjaja dalm bukunya komunikasi dan hubungan masyarakat mengatakan bahwa fungsi pokok hubungan masyarakat pada dasarnya :
Mengamankan kebijakan
Memberikan pelayanan /penyebarluasan informasi dalam rangka meyakinkan masyarakat ( misalnya menterjemahkan kebijakan)
Menerima atau menampung informasi dari masyarakat
Menjadi jabatan/komunikator aktif dalam rangka komunikasi dua arah
Ikut menciptakan iklim untuk mengamankan politik pembangunan
Dari beberapa pendapat tersebut diatas jelas bahwa pada adasarnya hubungan masyarakat mempunyai dua fungsi yang saling mendukung satu sama lain yaitu fungsi konstruktif dan fungsi korektif
Berfungsi konstruktif karena disini hubungan masyarakat merupakan alat untuk meratakan jalan agar aktifitas yang telah direncanakan dan sedang dilaksanakan dapat mencapai hasil yang seperti direncanakan.
Sedangkan fungsi korektif yang dimagsud adalah hubungan masyarakat berfungsi untuk menbenarkan hal-hal yang kurang baik.untuk menjawab celaan atau kritik-kritik dari masyarakat, desas-desus, laporan-laporan yang tidak benar dan merugikan, termasuk menghindarkan tindakan-tindakan yang menibulkan prasangka buruk dari masyarakat.materi berita/informasi yang disampaikan harus terdapat kesesuaian.
Ada beberapa alternatif pelaksanaan tugas hubungan masyarakat :
Bahwa pelaksanaan tugas hubungan masyarakat tersebut dapat dirangkap oleh pimpinan organisasi
Tugas hubungan masyarakat tersebut dapat diserahkan pada salh seorang tenaga staf pimpinan yang dianggap memenuhi persyaratan dan mampumenyelenggarakan urusan-urusan di bidang kehumasan
Dapat juga dilakukan dengan jalan seorang pegawai yang dianggap memenuhi syarat dan mampu melaksanakan tugas tersebut.
Mengenai syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh seorang tenaga staf hubungan masyarakat menurut susanto yang menyatakan bahwa mereka harus :
Mempunyai kepribadian dan watak yang dapat menimbulkan perasaan disenangi, dihormati dan dipercaya
Mempunyai keterampilan dalam berkomunikasi, khususnya dalam menulis dan lisan
Menguasai proses pembentukan pendapat umum didalam masyarakat
Mengetahui pengetahuan tentang bidang dimana dia dikerjakan (seperti pengetahuan social, kemasyarakatan, budaya, komunikasi dan lain-lain) walaupun sedikit
Mempunyai banyak jalan dan ide
Mengingat fungsi hubungan masyarakat yang utama adalah menyelenggarakan hubungan dengan publiknya guna memperoleh public support dan public flavor, maka ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh para petugas hubungan masyarakat.
Menurut rahmadi sekurang-kurangnya ada empat persyaratan dasar yang harus dipenuhi, yaitu :
Kemampuan mengamati dan menganalisa persoalan
Kemampuan menarik perhatian
Kemampuan mempengaruhi pendapat
Kemampuan menjalin hubungan dan suasana saling percaya
Kemudian bonar menyatakan pendapatnya mengenai syarat-syarat staf hubungan masyarakat, antara lain :
Dia harus mengetahui cara-cara kerja dalamperusahaan atau jawatan
Dia harus mengetahui organisasi perusahaan, stafpekerjaan dan mengenai orang-orang yang memegang urusan kepentingan dari direktur sampai kepala bagian dan seksi-seksi ke bawah
Jika bias harus mempunyai pengetahuan universitas
Dia hendaknya mesti lebih dari seseorang ahli publisitas, ahli jurnalistik, dan ahli statistic
Oleh karena itu menurut bonar sebuah perusahaan, jawatan, departemen atau lembaga yang besar hendaknya mempunyaibagian-bagian sebagai berikut :
Bagian penyelidikan dan perencanaan
Bagian redaksi
Bagian audio visual
Bagian penerbitan
Bagian dokumentasi dan perpustakaan
Bagian pers dan protocol
Bagian administrasi dan keuangan
Dengan tersedianya bermacam-macam bagian, disertai personil dan perlengkapannya, maka hubungan masyarakat akan dapat melaksanakan tugas dengan baik serta menyelesaikan tanggungjawab yang di emban tanpa mengalami hambatan dan kesulitan yang cukup berarti dalam pelaksanaan kegiatannya
Peranan hubungan masyarakat diharapkan menjadi mata dan telinga serta tangan kanan bagi top manajer dari organisasi/lembaga yang ruang linkup tugasnya antara lain meliputi aktivitas :
Membina hubungan kedalam (public internal)
Yangdimaksud public internal adalh public yang menjadi bagian dari unit/badan/perusahaan atau organisasi itu sendiri.dan mampu mengidentifikasi atau mengenali hal-hal yang menimbulkan gambaran negatif didalam masyarakat, sebelum kebijakan dijalankan organisasi
Membina hubungan keluar (public eksternal)
Yangdimaksud public eksternal adalah public umum /masyarakat, mengusahakan timbulnya sikap dan gambaran yang positif dari public terhadap lembaga yang diwakilinya. Jadi seperti yang telah dijelaskan terdahulu,peran hubungan masyarakat tersebut bersifat dua arah, yaitu berorientasi ke dalam (inward looking), dan keluar (outward looking).beberapa kegiatan dan sasaran hubungan masyarakatsebagai pendukung fungsi organisasi/lembaga yaitu :
Menciptakan identitas dan citra lembaga yang positif
Mendukung kegiatan komunitas timbale balik dua arah dengan berbagai pihak
Menurut Ruslan dalam bukunya manejemen humas dan manejemen komunikasi (konsep dan aplikasi) peranan umum hubungan masyarakat dalam manajemen suatu badan /organisasi terlihat adanya aktivitas pokok yaitu :
Mengevaluasi sikap atau opini public
Mengidentifikasi kebijakan dan prosedur organisasi dengan kepentingan publiknya
Merencanakan dan melaksanakan penggiatan hubungan masyarakat
Menurut Ruslan, factor utama yang dapat menentukan kelancaran proses manajemen dalam fungsi kehumasan dari lembaga yang diwakilkan yaitu pada umumnya melalui fungsi atau beberapa tahapan-tahapan sebagai berikut :
Perencanaan (planning)
Pengorganisasian (organizing)
Mengkomunikasikan (communicating)
Pengawasan (controlling)
Penilaian (evaluating)
Sedangkan menurut widjaja hubungan masyarakat dapat diartikan suatu kegiatan uantuk menanamkan pengertian guna memperoleh good will, kerjasama dan kepercayaan yang pada gilirannya mendapat dukungan dari pihak lain.
Secara sederhana menurut widjaja tujuan hubungan masyarakat adalah untuk mencapai, membina dan memelihara sikap budi yang menyenangkan bagi lembaga atau organisasi disatu pihak dan dengan public dilain pihak denagn komunikasi yang harmonis dan timbal balik
Hubungan masyarakat merupakan alat untuk memperlancar jalannya interaksi serta penyebaran informasi melalui pers, radio, televise, dan media lainnya.
Hubungan masyarakat sebagai unsure pimpinan, melaksanakan fungsi manajemen, fungsinya adalah untuk menumbuhkan hubungan yang baik dan serasi antara public internal dan public eksternal dalam rangka memberikan pengertian, menumbuhkan motivasi dan partisipasi.
Menurut Edward L. Bernay dalam bukunya public relation menjelaskan bahwa :
Hubungan masyarakat mempunyai 3 fungsi utama, yaitu sebagai berikut:
memberikan penerangan kepada masyarakat
melakukan persuasi untuk mengubah sikapdan perbuatan masyarakat secara langsung
berupaya untuk mengintegrasikan sikap dan perbuatan suatu badan /lembaga sesuai sengan sikap dan perbuatan masyarakat atau sebaliknya
peran hubungan masyarakat bersifat dua arah, yaitu berorientasi ke dalam (inward looking), dan beorientasi ke luar (outward looking). Berorientasi ke dalam adalah dalam rangka membina hubungan ke dalam (public internal), yaitu berusaha menyelenggarakan komunikasi ke dalam tubuh organisasi, agar mampu mengidentifikasi atau menggalihal-hal yang menimbulkan gambaran negative di dalam masyarakat.berorientasi ke luar (public eksternal), mengusahakan tumbuhnya sikap dan gambaran positif dari public terhadp instansi yang diwakilinya.
Menurut effendi dalam bukunya hubungan masyarakat, suatu studi komunikologis:
………….perlu ada kegiatan hubungan masyarakat dilakukan secra sistematis, karena tugas yang harus dijalani oleh hubungan masyarakat amat banyak, sehingga sering terjadi tumpang tindih. Sistematika kegiatan hubungan masyarakat berlangsung menurut tahap-tahap: penelitian, perencanaan, penggiatan, dan penilaian.
Penelitian
Yang dimagsud denagn penelitian disini adalah data collecting (pengumpulan data) dan fact finding (pengkajian data), yang diteliti adalah aspek-aspek yang menyangkut hubungan organisasi dengan public.
Penelitian dalam hubungan masyarakat dapat berjenis penelitian opini (opinion research) atau penelitian motivasi (motivation research)
Penelitian opini adalah kegiatan uantuk menyelidiki pendapat yang berbeda mengenai suatu hal atau masalah.sedangkan penelitian motivasi yang merupakan cabang dari penelitian pemasaran (marketing research) merupakan kegiatan mencari, menghimpun, dan mengelola data factual mengenai kebutuhan dan keinginan public
Perencanaan
Pada tahap perencanaan, kepala bagian hubungan masyarakat perlu terlebih dahulu menginventarisasi masalah untuk selanjutnya mengkorelasikan aspek yang satu dengan aspek lainya, sehingga dalam tahap pelaksanaanya kelak, masalah-masalah yang menghambat tujuan dapat teratasi
Perencanaan menghenaki penglihatan yang jauh ke muka, ke dalam, dan sekelilingnya. Pada tahap tersebut kepala bagian hubungan masyarakat perlu melakukan komunikasi intrapersonal, berdialog dengan diri sendiri.
Rencana disusun berdasarkan fakta, bukan berdasarkan keinginan kepala bagian hubungan masyarakat. Fakta adalah kenyataan, baik berupa hal yang dilihat sendiri maupun keterangan yang didapat dari sumber lain.
Penggiatan
Tahap penggiatan adalah pelaksanaan secara aktif rencana yang telah disusun berdasarkan data factual yang telah dikerjakan pada tahap-tahap sebelumnya.
Scot M. Cultio dan Allen H. Center dalam bukunya effective public relation menyebutkan :
Penggiatan atau pelaksanaan itu tahap communicating atau komunikasi, sebab tahap tersebut menyangkut banyak orang baik yang termasuk public intern maupun public ekstern, yang harus dihubungi dengan berbagai tujuan. Karena itu, jenis-jenis komunikasi harus dilakukan, oleh sebab itu, teknik-teknik komunikasi harus dikuasai oleh para kepala bagian hubungan masyarakat.
Yang penting pada tahap penggiatan ini adalah mapannya mekanisme kerja sehingga koordinasi dan sinkronisasi benar-benar dapat direalisasikan secara integratif. Integrasi, koordinasi, dan sinkronisasi ini tidak hanya berlangsung diantara unsur-unsur pada bagian hubungan masyarakat, tetapi juga diantara bagian hubungan masyarakat dengan bagian-bagian lain dalam organisasi sehingga kegiatan hubungan masyarakat nyata-nyata merupakan faktor pendukung yang menentukan dalm upaya mencapai tujuan organisasi.
Penilaian
Penilaian berfungsi mengkaji pelaksanaan suatu rencana yang terdiri atas program-program yang dalam penyusunannya ditunjang oleh hasil penelitian yang dilakukan secara seksama. Pada tahap tahap penilaian, dilakukan telaah terhadap faktor-faktor penghambat apabila ternyata pelaksanaannya menjumpai kesulitan yang menyebabkan tujuan yang di tetapkan pada perencanaantidak tercapai.
Proses hubungan masyarakat tidak berlangsung secara linier, melainkan circular atau melingkar, dan penilaian dialirkan umpan balik (feed back) ke penelitian yaitu pencari fakta. Dengan demikian setiap gagasan dapat dilaksanakan secara efektif (timbulnya dampak positif yang diharapkan) dan efesien (kegiatan berhasil dilaksanakan sesuai dengan jumlah personil yang dilibatkan, biaya yang dianggarkan, dan waktu yang ditetapkan)
Sebagaimana diketahui bahwa masyarakat yang menjadi sasaran dari kegiatan hubungan masyarakat terdiri dari :
Public internal, yaitu kelompok masyarakat yang harus selalu dihubungi dalm melaksanakan kegiatan hubungan masyarakat. Sasaran ini berada dilingkungan sendiri yaitu seluruh pegawai mulai dari karyawan terendah hingga yang paling tinggi (top leader).
Public eksternal, sasaran ini berupa orang-orang yang berada di luar lingkungan atau jajaran misalnya pada anggota masyarakat, wartawan, dan sebagainya
Rahmadi dalam bukunya yang berjudul public public relation dalam teori dan praktek mengatakan bahwa dalm penyampaian informasi kepada masyarakat atau dalam melakukan proses komunikasi dapat digunakan media/alat sebagai berikut :
Media cetak ialah segala barang cetak dimana yang termasuk dalam media ini adalah : surat kabar, majalah, buku, brosur, pamlet, wallpaper, dll
Media visual adalah media yang dapat dilihat yaitu antara lain foto, lukisan, film, televisi, pameran.
Media auditip ialah media yang dapat didengar seperti radio, tape recorder, telepon, garamapone.
Media pertemuan ialah segala macam pertemuan dimana yang termasuk media ini pertemuan antara dua orang atau lebih, rapat formil, konfrensi, kongres, rapat umum.
Dengan tersedianya berbagai macam media komunikasi seperti tersebut diatas, maka hubungan masyarakat sebagai komunikator dapat memilih media mana yang cocok untuk dipergunakan dalam menyampaikan informasi.oleh karena itu media komunikasi dapat menentukan keberhasilan dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat luas.
Dalam melaksanakan tugasnya pejabat hubungan masyarakat secara taktis oprasional berada langsung dibawah pimpinan
Pejabat hubungan masyarakat secara taktis oprasional dapat berhubungan langsung dengan pimpinan dalam hal :
Meminta petunjuk-petunjuk mengenai kegiatan taktis kehumasan yang dianggap perlu.
Mengetahui latar belakang kebijakan dan tindakan-tindakan pimpinan yang dianggap perlu.
Menyampaikan laporan tentang umpan balik dari masyarakat terhadap kebijakan pimpinan yang dianggap perlu
Pejabat hubungan masyarakat diikut sertakan dalm rapat pembahasan dan perumusan berbagai kebijakan pimpinan
Bagian hubungan masyarakat berperan sebagai pusat penyebarluasan informasi
Menurut Edward L. Bernays dalam bukunya hubungan masyarakat modern sebagai berikut :
Hubungan masyarakat mempunyai 3 arti :
Penerangan kepada masyarakat
Persuasi untuk mengubah sikap dan tingkah laku masyarakat
Usaha untuk mengintegrasikan sikap dan perbuatan suatu badan dengan siakp perbuatan masyarakatdan sebaliknya
Sebagai mana lembaga masyarakat, hubungan masyarakat dalm perwujutannya merupakan pergaulan diantara anggota-anggota masyarakat. Sikatyang simpatik, ramah dan penggunaan kaliamat yang sopan, yang menunjukan perhatian terhadap berbagai kritik dan saran dari masyarakat dengan kebijakan, dapat memberikan kepuasan pada usaha-usaha hubungan masyarakat tersebut
Bonar dalmbukunya hubungan masyarakat modernmengatakan bahwa :
Tujuan hubungan masyarakat adalah :
Public understanding atau saling kepercayaan
Public confidence atau kepercayaan umum
Public support atau dukungan umum
Public corporation atau kerjasama umum
Selain itu hubungan masyarakat juga berusaha memperoleh dukungan dari masyarakat secara sadar dan sukarela. Tanpa adanya dukungan,kepercayaan, kerjasama dan pengertian dari masyarakat maka apa yang dicita-citakan akan mengalami hambatan. Di samping itu perlu adanya kerjasama yang erat dan koordinatif fungsional terkait dalampelaksanaan tugas, hal ini sangat penting agar dalam pelaksanaan program/ tugas tidak terjadi tumpang tindih atau terbengkalai, sehingga dapat dilaksanakan secara efektif dan sesuai rencana.
Adapun menurut effendi dalm bukunya hubungan masyarakat suatu studi komunikologis,merumuskan fungsi hubungan masyarakat sebagai berikut :
Menunjang kegiatan manajemen dalm mencapai tujuan organisasi
Membina hubungan harmonis antara organisasi dengan public, baik public ekstern maupun intern
Menciptakan komunikasi dua arah timbal balik dengan menyalurkan opini public kepada organisasi
Melayani public dan menasehati pimpinan organisasi demi kepentingan umum
Sedangkan menurut widjaja dalm bukunya komunikasi dan hubungan masyarakat mengatakan bahwa fungsi pokok hubungan masyarakat pada dasarnya :
Mengamankan kebijakan
Memberikan pelayanan /penyebarluasan informasi dalam rangka meyakinkan masyarakat ( misalnya menterjemahkan kebijakan)
Menerima atau menampung informasi dari masyarakat
Menjadi jabatan/komunikator aktif dalam rangka komunikasi dua arah
Ikut menciptakan iklim untuk mengamankan politik pembangunan
Dari beberapa pendapat tersebut diatas jelas bahwa pada adasarnya hubungan masyarakat mempunyai dua fungsi yang saling mendukung satu sama lain yaitu fungsi konstruktif dan fungsi korektif
Berfungsi konstruktif karena disini hubungan masyarakat merupakan alat untuk meratakan jalan agar aktifitas yang telah direncanakan dan sedang dilaksanakan dapat mencapai hasil yang seperti direncanakan.
Sedangkan fungsi korektif yang dimagsud adalah hubungan masyarakat berfungsi untuk menbenarkan hal-hal yang kurang baik.untuk menjawab celaan atau kritik-kritik dari masyarakat, desas-desus, laporan-laporan yang tidak benar dan merugikan, termasuk menghindarkan tindakan-tindakan yang menibulkan prasangka buruk dari masyarakat.materi berita/informasi yang disampaikan harus terdapat kesesuaian.
Ada beberapa alternatif pelaksanaan tugas hubungan masyarakat :
Bahwa pelaksanaan tugas hubungan masyarakat tersebut dapat dirangkap oleh pimpinan organisasi
Tugas hubungan masyarakat tersebut dapat diserahkan pada salh seorang tenaga staf pimpinan yang dianggap memenuhi persyaratan dan mampumenyelenggarakan urusan-urusan di bidang kehumasan
Dapat juga dilakukan dengan jalan seorang pegawai yang dianggap memenuhi syarat dan mampu melaksanakan tugas tersebut.
Mengenai syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh seorang tenaga staf hubungan masyarakat menurut susanto yang menyatakan bahwa mereka harus :
Mempunyai kepribadian dan watak yang dapat menimbulkan perasaan disenangi, dihormati dan dipercaya
Mempunyai keterampilan dalam berkomunikasi, khususnya dalam menulis dan lisan
Menguasai proses pembentukan pendapat umum didalam masyarakat
Mengetahui pengetahuan tentang bidang dimana dia dikerjakan (seperti pengetahuan social, kemasyarakatan, budaya, komunikasi dan lain-lain) walaupun sedikit
Mempunyai banyak jalan dan ide
Mengingat fungsi hubungan masyarakat yang utama adalah menyelenggarakan hubungan dengan publiknya guna memperoleh public support dan public flavor, maka ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh para petugas hubungan masyarakat.
Menurut rahmadi sekurang-kurangnya ada empat persyaratan dasar yang harus dipenuhi, yaitu :
Kemampuan mengamati dan menganalisa persoalan
Kemampuan menarik perhatian
Kemampuan mempengaruhi pendapat
Kemampuan menjalin hubungan dan suasana saling percaya
Kemudian bonar menyatakan pendapatnya mengenai syarat-syarat staf hubungan masyarakat, antara lain :
Dia harus mengetahui cara-cara kerja dalamperusahaan atau jawatan
Dia harus mengetahui organisasi perusahaan, stafpekerjaan dan mengenai orang-orang yang memegang urusan kepentingan dari direktur sampai kepala bagian dan seksi-seksi ke bawah
Jika bias harus mempunyai pengetahuan universitas
Dia hendaknya mesti lebih dari seseorang ahli publisitas, ahli jurnalistik, dan ahli statistic
Oleh karena itu menurut bonar sebuah perusahaan, jawatan, departemen atau lembaga yang besar hendaknya mempunyaibagian-bagian sebagai berikut :
Bagian penyelidikan dan perencanaan
Bagian redaksi
Bagian audio visual
Bagian penerbitan
Bagian dokumentasi dan perpustakaan
Bagian pers dan protocol
Bagian administrasi dan keuangan
Dengan tersedianya bermacam-macam bagian, disertai personil dan perlengkapannya, maka hubungan masyarakat akan dapat melaksanakan tugas dengan baik serta menyelesaikan tanggungjawab yang di emban tanpa mengalami hambatan dan kesulitan yang cukup berarti dalam pelaksanaan kegiatannya
Peranan hubungan masyarakat diharapkan menjadi mata dan telinga serta tangan kanan bagi top manajer dari organisasi/lembaga yang ruang linkup tugasnya antara lain meliputi aktivitas :
Membina hubungan kedalam (public internal)
Yangdimaksud public internal adalh public yang menjadi bagian dari unit/badan/perusahaan atau organisasi itu sendiri.dan mampu mengidentifikasi atau mengenali hal-hal yang menimbulkan gambaran negatif didalam masyarakat, sebelum kebijakan dijalankan organisasi
Membina hubungan keluar (public eksternal)
Yangdimaksud public eksternal adalah public umum /masyarakat, mengusahakan timbulnya sikap dan gambaran yang positif dari public terhadap lembaga yang diwakilinya. Jadi seperti yang telah dijelaskan terdahulu,peran hubungan masyarakat tersebut bersifat dua arah, yaitu berorientasi ke dalam (inward looking), dan keluar (outward looking).beberapa kegiatan dan sasaran hubungan masyarakatsebagai pendukung fungsi organisasi/lembaga yaitu :
Menciptakan identitas dan citra lembaga yang positif
Mendukung kegiatan komunitas timbale balik dua arah dengan berbagai pihak
Menurut Ruslan dalam bukunya manejemen humas dan manejemen komunikasi (konsep dan aplikasi) peranan umum hubungan masyarakat dalam manajemen suatu badan /organisasi terlihat adanya aktivitas pokok yaitu :
Mengevaluasi sikap atau opini public
Mengidentifikasi kebijakan dan prosedur organisasi dengan kepentingan publiknya
Merencanakan dan melaksanakan penggiatan hubungan masyarakat
Menurut Ruslan, factor utama yang dapat menentukan kelancaran proses manajemen dalam fungsi kehumasan dari lembaga yang diwakilkan yaitu pada umumnya melalui fungsi atau beberapa tahapan-tahapan sebagai berikut :
Perencanaan (planning)
Pengorganisasian (organizing)
Mengkomunikasikan (communicating)
Pengawasan (controlling)
Penilaian (evaluating)
By Abdul Azis AL K